wouW bingung banget, ketika tiba-tiba ku disuruh memilih antara cinta dan komitmen. Ada yang bilang kalau cinta itu mengalahkan segala-galanya. Apapun bisa kita raih dengan cinta. Dengan cinta, sedih pun jadi bahagia. Namun, hal itu ketika cinta dihadapkan atau bertentangan dengan komitmen. Komitmen adalah suatu perjanjian atau ikatan yang telah disepakati bersama dalam waktu tertentu. Parahnya, ketika kita dalam ,masa menjalankan komitmen ada cinta yang mengusik. Yang cinta itu dengn sangat mudah mengalahkan komitmen yang sudah terlanjur dibuat. Berusaha mempertahankan komitmen, namun hasilnya nihil. Karena cinta jauh lebih kuat dari komitmen, komitmenpun sulit dibangun tanpa adanya cinta. Dalam hal ini manakah yang harus ku pertahankan?! Cinta atau komitmen?? Bukankah percuma jika kita mempertahankan komitmen tanpa cinta?! Atau, mungkinkah cinta itu tumbuh dari sebuah usaha untuk mempertahankan komitmen?

Tentunya komitmen di sini adalah komitmen yang kita masih biosa memilih,(dalam artian hanya sekedar antara kedua belah pihak, atau komitmen kecil menuju komitmen perbikahan) artinya bukan komitmen resmi seperti pernikahan. Karena jelas menurut saya, komitmen bersama dalam sebuah pernikahan sudah tidak bisa ditawar lagi. Bagaimanapun kita hsrus mempertahankannya (selain udzur syar’I yang telah ada). Memang banyak sekali dalam pernikahan yang tidak diawali dengan cinta. Namun, saya yakin dengan niat baik memepertahankan perkawinan, tuhan akan memberikan siraman deras cinta dalam keluarga yang dibinanya.