Wuaduh..., wuaduh..., lagi-lagi Indonesia buat keunikan. Keunikan yang sepantasnya keluar dari anak usia SD atau bahkan balita. Pagi itu, dengan menahan rasa kantuk yang membelengguku, ku paksakan diri untuk keluar asrama menuju rumah yang kurang lebih memakan waktu 5 jam perjalanan dari kampusku. Waktu yang tidak sebentar. Panas dan ramenya bus dengan iringan musik pengamen sudah menghantuiku. Belum lagi, macetnya porong yang tak kunjung usai. Huffh...,Sesampai di terminal, sengaja ku memilih tempat duduk di sebelah kiri no 2 dari depan. Biasanya ku memilih di depan, hitung-hitung semakin banyaknya mobil mewah yang membuat jalan semakin macet dapat memberi pantulan cahaya yang berwarna-warni di mataku. Namun sayang, ibu paruh baya dan seorang gadis mungil sudah duduk anteng di kursi langgananku itu.
"Koran.., koran....!"..., seperti biasa, terikan yang saling bersahutan demi sesuap nasi mulai terdengar jelas di telinga. Termasuk koran harian. Sekilas, mataku melirik koran yang dijajakan teman seusiaku itu. Ya, ku sebut dia teman seusiaku karena sungguh miris jika ku sebut dia adik. Walau mungkin sebenarnya, sebutan itu lebih pantas untuknya. Adik, yang semestinya dimanjakan dengan pendidikan yang sangat mereka butuhkan. "KERICUHAN PSSI". Ya Allah..., ada-ada aja. Entah..., tak ada minat untuk tahu bahkan sekedar membaca apa yang diuraikan di dalamnya. Rasanya sudah bosan membaca berita seperti itu. Belum selesai kasus korupsi sea games di kalimantan, kasus anggaran dana pembangunan gedung baru DPR, dan sebagainya. Tak pede rasanya ikut campur urusan mereka. Nama mereka panjang-panjang. Banyak yang sama pula. DR, Prof, dan lainnya. Katanya seh..., aku juga bisa dapat nama panjang. Caranya macam-macam. Dan saat ini, cara yang paling masyhur dan manjur adalah cukup punya uang banyak aja. Wuah..., asyik ya! Keren..!
Menurutku.., ya begitulah saah satu diantara 20 wajah Indonesia. Orang-orang pinter yang dipercaya rakyat sebagai wakilnya, justru yang sering membuat rakyat pusing tujuh keliling. Mereka terlalu sayang pada diri mereka sendiri. Menjaga kesehatan dengan makan teratur, makan makanan sehat bergizi, fasilitas yang memadai dan hal lainnya yang banyak tak kuketahui. Sangat wajar! Karena mereka mempunyai tugas yang lebih berat daripada kita. Mengurus rakyat. Bukan diurus rakyat. Jadi, kenapa harus ikut pusing dengan masalah mereka. Kita urus yang lain yuk!..,
0 Komentar