20 Maret 2009-03-21
20.30 WIB
“Wah…, boleh juga nih tawaran dari si Aap!”. Itulah kalimat pertama yang aku ucapkan ketika dia menawarkan acara workshop penulisan besok. Namun, ku tidak dapat langsung menerima tawaran yang dia berikan. Banyak sekali yang mendorongku untuk tidak langsung memutuskannya. Diantaranya, selain biaya pendaftaran yang mahal menurutku, didukung juga dengan ketidak sukaanku dalam dunia menulis. Akhirnya ku putuskan, “Ya udah lah, kalau memang jadi ikut, insyaAllah besok ku hubungi si Aap lagi!”

21 Maret 2009
07.00 WIB
Bahkan sampai saat inipun, yang acaranya sudah beberapa menit lagi, ku belum mengambil keputusan. Tiba-tiba ku terngiang ucapan kakak senior ku di fakultas, namanya Ahmad. Suatu hari dia berkata, “Mahasiswa dan menulis ibarat ikan dengan air. Manusia akan mati tanpa menulis.”
“Ya Allah..., hamba harus ikut!”. Walau dengan keraguan, akhirnya kuputuskan untuk mengikuti acara tersebut. Dengan harapan, ku bisa menulis walau hanya untuk memenuhi tugas mata kuliah. Karena bagiku saat ini, menulis merupakan sesuatu yang sangat sulit.


10.30 WIB

Ya Allah…
Tidak ada yang bisa saya sampaikan, kecuali hanya berterima kasih dan bersyukur pada-Mu…
Sejak kurang lebih tiga jam yang lalu, semangat yang membara terus menyelimutiku. Tiga jam dengan tutor dalam acara workshop ini, ku terasa dilahirkan kembali. Tutor tersebut tak lain adalah Bapak Faqih Syarif, yang sangat kuhormati.
Tiga jam bersamanya, telah membentuk pikiranku untuk menjadi penulis dalam waktu 3 menit kedepan. Tiga jam bersamanya pula, ku ingin hidup menjadi penulis handal di tiga abad kedepan. Yang ada dalam pikiranku saat ini, hanyalah menulis, menulis, dan menulis…
Target yang sekedar mampu menulis tugas kuliah, akhirnya berubah menjadi salah satu yang harus ku kembangkan untuk masa depanku…
Melihat dampak positif tiga jam bersama beliau, hanya orang bodoh yang merasa rugi dengan konstribusi workshop yang telah ditentukan…


11.00 WIB

Terima Kasih Allah…
Kau telah mempertemukan beliau dengan hamba-Mu…
Terus semangat dalam menegakkan ajaran islam, itulah yang ku harapkan…
Skenario yang sangat indah dari-Mu…
Berangkat dari sebuah keraguan…


“Jika mereka yang berangkat dari sebuah keraguan dapat melahirkan semangat, bagaimana dengan mereka yang berangkat dengan penuh semangat…???”